Aku Bisa Apa?

Aku Bisa Apa?

Menjadi relawan bencana itu hanya sekelebat saja dalam impian lalu meredup begitu saja……entah mengapa.

Tetapi tiba-tiba saja tanpa hujan tanpa angin tawaran itu datang. “Aku bisa apa ? ” itulah pertanyaan pertama saya ajukan ketika seorang teman mengajaknya. “Sudahlah ikut saja kang” itu semacam jawaban kuncian leher “rear naked choke” dalam Martial Art yg sudah tidak bisa ditawar lagi.

Lalu mulai mengenal “jalan pikiran” management bencana, mulai sedikit akrab istilah bencana dan…. mengenal suasana lapangan bencana.

Turun pertama di lokasi bencana dapat tugas memberikan psikisosial. ini istilah apa lagi ? Ya sudah akhir nya mulai baca baca referensi dan…. bukankah itu ada “irisan” langsung dgn profesi sbg fasilitator outbound yg selama ini ditekuni.

Turun ke lokasi bencana kedua masih dengan tugas yg sama. Maka “jurus” fasilitasi, delivery game hingga smart magic yg selama ini dipelajari satu per satu di keluarkan. Dan alhamdulillah hasilnya…. boommmm

Turun ke lokasi bencana ke dua ini rasanya hati dibuat “bingung”… bencana longsor di kabupaten bogor, sukajaya, cileksa… begitu dahsyat.

Perjalanan menuju lokasi bersama team ARM ( Aksi Relawan Mandiri ) himpunan alumni IPB dengan mobil ” tempur” yg biasa kami menyebutnya dengan Landy.

Perjalanan yg luar biasa seru. Medan “coklat” itu ditembus dgn susah payah. tergelincir di lumpur, terjebak di lumpur dan melintasi medan extreem menjadi pengalaman dan keseruan tersendiri.

Seharian rasanya kami kemaren “bermesraan” dengan Landy. terguncang kiri kanan. Terloncat dari tempat duduk hingga harus turun dan mendorongnya karena “motivasi saja nggak cukup, butuh dorongan nyata.

Dan “keren” nya kami hadapi itu dgn keseruan dan tertawa bersama….. hidup pun rasanya juga demikian, hadapi masalah dgn ” seru” saja…. ah jadi teringat salah seorang sufi yg cerdik dan lucu itu…. Nasrudin hoja.

Kempes ban, mesin kepanasan, ban terjebak lumpur, tidak kuat nanjak shg harus di tarik dan banyak keseruan yg lainnya

Lelah itu seakan sirna. Manakala melihat dan ikut merasakan langsung semangat dan bisa mengajak bergembira teman teman, warga yg tertimpa bencana.

Berapa buku teori ttg manusia yg telah engkau baca ? Berapa lagi tips untuk peningkatan sdm atau apalah istilahnya…. yg telah engkau pelajari ? metode belajar yg seperti apa yg seperti apalagi yg belum engkau pelajari ?……datanglah ke lokasi bencana dan sapa, jabat tangan warga yg terkena bencana, maka engkau akan lebih tahu “ilmu tentang menjadi manusia yg sesungguhnya ada disana “….di tenda-tenda pengungsi, di tanah coklat, yg lengket dan berlumpur, di antrian mandi dan di dapur umum.

Aku bisa apa ? engkau bisa apa ? Kita bisa apa ?

•••
Agoes Susilo Jp
Ketua Bidang SDM Arm Haipb
Badan Otonom DPP HA IPB