Outbound di saat pandemi

Outbound di saat pandemi

Sepi. itulah satu kata yang tepat untuk menggambarkan kegiatan outbound di masa pandemi. Sama dengan bidang yang lainnya sebenanrnya . Pandemi membuat ekonomi menjadi lesu. Pucat pasi. Tetapi tidak sampai membuat mati. Paling mati suri.

Bisnis dibidang outbound sebelum pandemi sangat mengeliat sekali. Hampir berbanding lurus dengan bisnis pariwisata. Pariwisata maju maka imbasnya bisnis outbound pun maju juga. begitu juga sebaliknya.

Kegiatan outbound salah satu sifatnya adalah “tidak ada jarak”. Kalau kita mengambil salah satu “alatnya” yaitu permainan atau game maka sebagian besar dilakukan dengan “jarak dekat” tidak jarang harus bersentuhan satu sama lain diantara peserta. sementara protokol kesehatan salah satunya menganjurkan untuk menjaga jarak. itulah salah satu sebabnya.

Tetapi ada satu hal yang menarik di dalam kegiatan outbound yaitu begitu kentalnya unsur kreatif. Ada saja ide kreatif dari teman-teman pelaku outbound. Baik di dalam melakukan promo dengan memanfaatkan teknologi ataupun menciptakan aktivitas barunya. dan itu menjadi salah satu “energi” yang membuat paling tidak outbound hanya mati suri.

Saat ini kegiatan outbound yang sedang tumbuh adalah “outbound family” . Bukan corporate. Kegiatan jalan-jalan atau tracking ke suatu lokasi wisata mulai meningat. Kegiatannya sebetulnya hanya jalan saja. Tetapi hal itu saat in sangat dimintai. Kalau hibby yang sedang berkembang kita semua tahu bersepeda. Seakan-akan orang jadi “harus punya” sepeda.

Kegiatan outbound yang sifatnya perusahaan pastinya jauh berkurang. Apakah masih ada ? masih tetapi jumlahnya sangat sedikit sekali. lumayan.

Bagiamana sebaiknya kegiatan outbounjd di saat pandemi seperti ini ? alam itu punya “jadwalnya”. kapan masa panen dan kapan masa tanam. Kita sering kali mengharapkan sepanjang musim adalah masa panen. Kita terlalu “rakus” dengan impian kita sendiri. Saat ini untuk kegiatan outbound mungkin harus melambat tetapi teruslah energi kreatif dijalankan. Outbound secara online sudah mulai muncul. walaupun terus terang “rasanya beda”.

Sebetulnya yang perlu dilakukan adalah pada saat “diam” buatlah persiapan apa yang akan dilakukan disaat nanti pandemi berlalu. Kemudian lakukan kegiatan yang sifanya lebih “sosial”. Jangan terlalu jual mahal kalau ada klien yang meminta kita. Tetap menjaga semangat dan kesehatan pastinya agar kita selalu bisa terus terbuka dan mengikuti perkembangan.

Pandemi mungkin bisa jadi membuat rencana rapi yang telah kita susun menjadi harus disusun ulang. Tidak mengapa. Pandemi mengajarkan salah satunya kita jangan terlalu “percaya diri”. GR yang palin siap kayak apapun akan kalah dengan kehendak dari Tuhan. Lalukan saatnya untuk “oubound ” dengan Tuhan kita. Tingkatkan ibadah dan semoga nant akan menjadi kebiasaan baru bahwa di dalam outbound pun Tuhan selalu menyertai kita.

Semoga bermanfaat. Salam outbound.