outbound,outing dan out

outbound,outing dan out

Sebagian masyarakat ketika pertama kali membaca kata outbound pertama kali fokusnya di kata out. Out yang berarti keluar atau di luar. sedangkan kata bound tidak diperhatikan. Maka tidak heran kalau outbound banyak yang mengartikan kegiatan yang ( harus ) dilakukan di luar. Di luar dalam artian bisa di luar ruangan. Di lapangan atau tidak dilakukan di dalam ruangan atau di dalam kelas. khususnya kegiatan belajar atau training.

Bahkan kata outbound seakan-akan punya “lawan. Yaitu inbound : ) karena lawannya outbound adalah inbound ( masuk akal sich sebetulnya ). Di mana kalau inbound kegiatan “belajar” yang dilakukan di dalam ruangan. Jadi kegiatan belajar mengajar di sekolah atau di kampus termasuk inbound. Begitulah logika sebagaian yang berkembang di masyarakat.

Semakin seru lagi ketika muncul kata outing. Coba artinya apa ? apa bedanya dengan outbound ? apa nggak pusing jadinya : ) ada yang menjawab kalau outbound itu setelah melakukan permainan lalu ada sedikit pembahasan. Kalau outing ya main-main saja. Tetapi sama-sama dilakukan di luar lapangan ya ‘ Begitulah masyarakat ada yang mengartikannya.

lalu apa bedanya outbound dengan training ? kalau training dilakukan di dalam ruangan……nah sampai disini sudah tambah pusining kan ? bahkan di lapangan ada yang membedakan hanya 2 macam saja. Outbound dan team building. Kalau outbound itu sifatnya hanya fun saja sedangkan team building selain fun ada juga pemberian materi di kelas. Binggung ?

Gegitulah “serunya” mencermati perkembangan dunia outbound di Indonesia. Kadang ada yang tidak peduli dengan perbedaan istilah -istilah tersebut. Karena apapun namanya asalkan “bisnis” berjalan maka urusan selesai. Peserta senang. Fasilitator outbound senang. Dan tentunya yang paling senang adalah provider outbound.

Outbound atau apapun istilahnya saat ini sudah masuk di dalam “ruang” bisnis. Sementara ruang pengembangan SDM mungkin lebih sebagai pelengkap atau asesoris saja. Mungkin ada yang tidak sependapat. Tetapi coba lihat di lapangan dan kenyataannya. apakah ini salah ? oh pastinya tidak. Tetapi ke depan alangkah baiknya apabila kehadiran outbound yang sudah diterima oleh masyarakat ini porsi untuk pendidikan dan pengembangan SDM diperbesar.

Outbound mempunyai “wajah” yang ceria dan menyenangkan. Walaupun baru pertama kali mendengarnya. Jadi kesempatan untuk menjadikan outbound sebagai salah satu ” alat” untuk membuat masyarakat semakin cerdas berfikir, cerdas peduli terhadap lingkungan, cerdas menjadi waraga masyarakat dan warga negara sangat terbuka.

Kalau tidak , maka jangan disalahkan kalau warna outbound yang saat ini semakin kental dengan urusan bisnis lalu dikemudian hari akan lebih “lengkap” apabila masuk warna politik. Mari kita lihat bersama.

Semoga bermanfaat.

Salam outbound.