Outbound itu seperti air

Outbound itu seperti air

Outbound seperti air ? oh maksudnya outbound itu bisa di “campur” dengan berbagai bidang. Seperti air ditambah teh jadi teh yang nikmat. Outbound dicampur kopi menjadi segelas kopi yang mantap. Outbound dicampur dengan peresan jeruk bisa menjadi minuman sehat dan menyegarkan. Maksudnya begitu. Walaupun bisa juga dicampur dengan racun…tetapi maksud tulisan ini bukan untuk hal tersebut.

Nha siapakah yang mencampurnya dan bagaimana supaya campuran outbound dengan sesuatu yang lain yang akhirnya menjadi “minuman” yang menyehatkan ? ya temen -temen fasilitator outbound tentunya. Mungkin lebih khusus lagi bagian design programnya.

Contohnya ? Outbound “dicampur ” dengan unsur seni. Dulu pernah ada yang menjalankan program yang disebut artbound. ( iki opo meneh ). Peserta dibagi kelompok lalu tiap kelompok diajarkan memainkan satu lagu dengan menggunakan alat musik. Biasanya alat musik tradisional. seperti angklung. Jimbe atau kendang yang berukuran kecil. dan lain-lain. kemudian diakhir acara mereka berkolabrasi . Menarik sekali

Ada lagi ? oh ada misalnya outbound digabung dengan kegiatan aktivitas sosial. Misalnya mengunjungi panti asuhan atau panti werda. Peserta dibimbing oleh fasilitator dan petugas panti melakukan kegiatan sosial misalnya dengan membantu memberikan semacam kelas ketrampilan. atau hanya sekadar mengajak ngorol ringan yang membuat mereka senang. diakhir acara mereka membagikan semacam bingkisan.

ada juga outbound digabung dengan belajar bisnis. Mengunjungi sebuah perusahaan atau UMKM yang sukses. Lalu melihat dan sharing dengan pemilik usaha tersebut. Biasanya dilanjutkan dengan praktek langsung membuat produk tersebut. Mungkin untuk kegiatan yang satu ini banyak yang menamakannya program persiapan pensiun.

Lalu ada juga outbound dipakai sebagai metode untuk merehabilitasi narkoba. Dengan membuat design yang sesuai dengan kebutuhan maka hal itu juga bisa dirasakan.

Banyak bidang-bidang lain yang apabila digabungkan dengan kegiatan outbound dan dilakukan sesuai dengan teknik didalam outbound ( aktivitas – refleksi – buat rencana pelaksanaan – wujudkan dlam aktivitas – refleksi lagi dst ) maka hasilnya akan lebih menarik dan bagus. Sayangnya program-program “kolaborasi” tersebut jarang ter-expose sehingga masyarakat banyak tahu outbound dengan game atau permainannya saja.

Kedepan program outbound yang sangat fleksibel ini semoga bisa berkembang lebih luas lagi. Hal tersebut bisa masuk ke lembaga pendidikan, lembaga keagamaan dan lembaga sosial lainnya. Dengan bantuan teknologi sepertinya program outbound “dicampur” tersebut akan menjadi lebih menarik.

Semga bermanfaat. Tetap jaga protokol kesehatan ya. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Salam sehat. Salam semangat dan salam outbound