Memperbaiki kesalahan

Memperbaiki kesalahan

Di dalam aktifitas outbound ada satu fase yang dinamakan debriefing. dimana aktivitas itu dilakukan setelah melakukan sebuah kegiatan. Kegiatan ini tidak selalu dalam bentuk game atau permainan lho. Bisa sebuah penugasan. Bisa sebuah kerja kelompok. Bisa juga sebuah perjalanan dan lain-lain.

Menariknya selama debriefing tersebut di dalam outbound tidak dikenal istilah menyalahkan orang lain. siapapun itu. Karena kita diminta untuk berpendapat dari apa yang dirasakan dan diamati selama melakukan kegiatan tersebut. Sehingga bisa jadi pendapat itu bisa sama tetapi tidak menutup kemungkinan berbeda. Sifat dari pendapat itu jadi saling melengkapi bukan melemahkan. Asyik ya outbound itu : )

Nha ini saya dapat sebuah cerita yang menarik yang mungkin sedikit nyambung dari tulisan dia atas.

Seorang murid di sekolah melukis kemudian dia begitu mengagumi lukisan yang baru dibuatnya, ia menilai itu adalah karya terbaiknya.

Dengan besar hati ia memasang lukisannya di etalase umum di sekolah nya, ia berharap penilaian tentang lukisannya dari teman2 satu sekolah , dibawah lukisan ia menulis: “Barangsiapa yang menemukan kesalahan pada lukisan ini, mohon diberi tanda dengan menggunakan tinta merah”.

Sore harinya ia temukan lukisan terbaik miliknya sudah penuh dengan coretan-coretan merah, begitu banyaknya coretan itu sehingga lukisan aslinya tidak dikenali lagi.

Merasa gagal sebagai pelukis ia kemudian mengadukan hal itu pada gurunya, guru yang bijak itu menasihati: “Besok engkau taruh lagi lukisan terbaikmu di etalase sekolah, tulislah dibawah lukisanmu itu kalimat ini: “Barangsiapa yang menemukan kesalahan pada lukisan ini mohon gunakan kuas yang telah tersedia untuk memperbaiki ” …

Dan ia pun melaksanakan nasihat gurunya, dari jauh ia memperhatikan tidak seorangpun berani mendekat ke lukisan itu . Ternyata apa yang terjadi ? tidak ada ada satu orang temannya yang mencoba memperbaiki lukisan tersebut bahkan sampai sore hari,

Kemudain Gurunya dengan penuh tersenyum menjelaskan :

“Orang yang mampu mencari dan menemukan kesalahan atau aib itu jumlahnya banyak sekali … namun orang yang mampu memberbaiki dan berbuat sesuatu untuk menutupinya amatlah jarangatau langka Begitulah kondisi kita dewasa ini …Seseorang bisa jadi sangat mahir mengkritisi dan mencela orang lain tetapi tak satupun yang datang dengan membawa solusi”…

Pelukis muda itu tersenyum puas dengan keterangan gurunya itu .

Semoga cerita diatas bisa menginspirasi teman-teman semuanya. Mari kita jangan mudah menyalahkan orang lain. Kalau tidak suka dengan pendapat atau karya orang lain dan kita tidak bisa memberikan saran perbaikan lebh baik diam. Jangan hanya menyalahkan apalagi menyebarkan kesalahan tersebut ke orang lain lewat media sosial. Mari kita lebih bijaksana dan hati-hati.

Semoga bermanfaat. Mari keita patuhi protokol kesehatan. Memakai masker . menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau memakai hansanitizer.

Salam outbound.