Game outbound

Game outbound

Kemaren ada seorang yang bertanya kepada saya tentang buku – buku saya yang sudah saya terbitkan apakah ada yang isinya tentang game atau permainan outbound. Lalu saya bilang belum ada karena saya sedang fokus untuk nulis buku dengan tema outbound non game. Kejadian tersebut berlangsung ternyata tidak hanya sekali tetapi berkali-kali. Banyak teman -teman fasilititator outbound yang “mencari” buku outbound isinya adalah game. Saya mengibaratkan orang mencari buku sulap yang isinya “hanya” trik” sulap saja.

Bagi saya ini menarik karena permintaan akan buku-buku yang berisi permainan atau game outbound itu ( masih ) tinggi. Mungkin karena lebih praktis. Begitu selesai dibaca langsung bisa dipraktekkan. Di sisi lain hal itu semakin menguatkan prediksi saya bahwa outbound itu “masih” identik dengan game atau permainan. Bukan hanya terjadi di masyarakat tetapi juga di kalangan fasilitator outbound. Ini sebuah “potret ” tentang perkembangan dunia outbound hingga hari ini.

Ini menarik paling tidak permintaan akan buku outbound dengan tema game masih banyak diminati. Kalau berbicara tentang bisnis maka ini sebuah peluang. Mungkin itu kesimpulan pertama yang bisa saya ambil.

Tetapi kalau dicermati lebih jauh lagi muncul satu pertanyaan saya. Apakah hingga saat ini klien kalau ingin melakukan kegiatan masih bertanya game atau permainan yang akan diberikan apa ? berapa jumlah game nya ? lalu apakah kalau ada game yang belum pernah dimainkan banyak yang dicari oleh klien. Apakah semakih banyak game jadi semakin lebih laku provider tersebut ? dan pertanyaan besarnya apakah outbound tanpa sebuah game bisa dikatakan bukan sebuah outbound ?

Mungkin ini menjadi bahan renungan kita bersama terutama bagi teman-teman yang bergerak di bidang outbound. Baik profider maupun fasilitator outbound. Mungkin saat ini ada profider yang mengatakan outbound kami isinya tidak game game saja . Lebih dari itu. Atau ada yang mengatakan juga bahwa game itu hanya sebuah alat saja yang penting adalah tujuan dari outbound itu sendiri.

Ok. Mungkin yang lebih penting dari itu semua sikap untuk saling menghormati harus menjadi yang nomor satu. Tidak usah saling merasa paling benar. Kedepan akan lebih bijak kalau kita mengedukasi masyarakat bersama – sama. Outbound dengan menggunakan game saja juga tidak mengapa asalkan juga selalu ada ajakan yang lebih masif tentang bagaimana untuk bisa maju dan berkembang untuk berkonstribusi positif di dalam masyarakat lewat perusahaan atau komunitasnya.

Bagi yang saat ini tidak selalu menggunakan game ya hormati provider yang lain. Sharing dan bagi pengalaman dan tidak usah menyalahkan profider yang lain. Karena sejatinya outbound itu bukan hanya untuk merubah orang lain dalam hal ini peserta outbound tetapi juga merubah kita sendiri para pelaku outbound.

Para pelaku outbound diharapkan bisa menjadi contoh dimasyarakat bagaimana berfikir, berkata dan bertindak dengan baik. Lebih sopan. lebih bijak dan lebih bisa memberikan manfaat untuk orang banyak.

Ok semoga bermanfaat. Sekali lagi mengingatkan mari kita patuhi protokol kesehatan. memakai masker. Menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Berfikir terbuka dan tetaplah sehat dan terus bersemangat.

Salam outbound.