Belajar dengan suka cita

Belajar dengan suka cita

Pernah merasakan diminta mempelajari sesuatu tetapi kita melakukannya dengan terpaksa ? dan apa hasilnya ? ilmu tidak masuk. waktu terbuang dan mungkin uang juga “hilang”. Mungkin dulu sewaktu kita bersekolah juga pernah mengalami hal tersebut. sehingga nilai pelajaran kita kurang memuaskan. Sering kali kita dianggap kurang “berbakat” oleh guru kita.

Banyak cerita sejarah yang mungkin pernah kita dengar bagaiman tokoh ini dianggap kurang cerdas oleh gurunya . Thomas Alfa Edison dan Albert Einstein contohnya. Dalam artikel ini saya coba satu orang tokoh yang mungkin tidak kalah terkenal dari dua tokoh tadi. tetapi beliau juga sangat hebat dibidangnya.

Sekolahnya bisa dikatana berantakan, Sering terlambat mengumpulkan tugas, tulisannya seperti “cakar ayam ” alias hampir tidak bisa dibaca. Dia tidak bisa duduk diam. Melihat hal tersebut lalu sekolah menulis surat ke orang tuanya. Waktu itu Tahun 1930….kalau sekarang sepertinya anak itu terkena ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder – gangguan perilaku karena gangguan perhatian dan hiperaktivitas ) untuk obatnya digunakan Ritalin atau semacamnya.

Nama anak itu adalah Gilian. Sang ibu setelah medapat surat tersebut sangat cemas. Lalu mendadani putrinya dengan baju dan sepatu terbaik merapikan rambutnya lalu membawanya ke psikolog. Gillian di dudukkan di satu tempat dan psikolog tersebut berbicara sang ibu tersebut. Setelah beberapa menit lalu psikolog tersebut menemui Gilian dan bilang terima kasih telah menunggu. Tapi masih melanjutkan pembicaraan dengan ibunya.  Sebelum meninggalkan ruangan psikolog tersebut membunyikan radio.

Ibu Gilian dan psikolog bisa melihat Gillian, dan apa yang dilihatnya…Gillian menari di dalam ruangan tersebut. Gilian menari dengan indahnya dan sepertinya dia menyatu dengan tarian itu. Sepertinya dia telah menemukan dunianya. Ibu Gillian sangat terpesona. “Gillian tidak sakit bu. Masukan putri anda ke sekolah music” kata Psikolog tersebut Gadis itu adalah Gillian Lynne, salah satu koreografer tari terkemukia sepanjang mas ( Cats and the phantom of the opera )

Belajar dengan suka cita itu adalah awalnya. Di dalam outbound sayangnya yang sering muncul adalah suka citanya atau gembira. Sedangkan kata belajarnya sering “tertinggal”. Padahal outbound lahirnya juga dalam rangka untuk belajar. Bukan sekedar bermain, Belajar dengan suasana yang mungkin berbeda tetapi intinya adalah belajar dengan suka cita.

Bisa dibayangkan kalau kita belajar dengan suasana yang seperti itu. Maka kita selain bisa menikmatinya juga bisa lebih dalam meng=explore kemampuan diri kita. Belajar dengan semangat sehingga ide-ide “liar dan penemuan yang sifatnya trobosan akan lahir dan tercipta begitu banyak.

Jadi pastikan setiap kali teman=teman melakukan kegiatan outbound selain dalam rangka untuk bersenang-senang atau bergembira juga dalam rangka mempelajari sesuatu. Terutama tentang peningkatan kompetensi softskill. Dengan hal tersebut maka kita bisa berharap kedepannya kita terus bisa tumbuh dan berkembang.

Semoga bermanfaat. Semoga kita bisa terus memiliki semangat belajar. Ok supaya kita bisa terus belajar maka mari kita jaga selalu kesehatan kita. Selama pandemi ini mari kita mengikuti protokol kesehatan. memakai masker. menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. berfikir terbuka dan terus berkarya.

Bagi teman-teman yang ingin menambaha wawasan seputar dunia outboudn silakan mendengarkan podcast mas fasil di spotify. banyak cerita menarik dan inspiratif di podcast tersebut.

Salam outbound.