Pengetahuan outbound

Pengetahuan outbound

” Pengetahuan tanpa kecerdasan adalah seperti memiliki sepatu tanpa kaki. Dan kecerdasan tanpa pengetahuan adalah seperti memiliki kaki tanpa sepatu ( Ali bin Abi Thalib )

Begitu juga tentang outbound. Saya masuk ke “dunia” outbound awalnya dari ketidaktahuan karena diajak sama teman. Mungkin lebih tepatnya dipaksa sama teman: ) lalu ketika masuk di perusahaan yang bergerak “full” di bidang outbound awalnya juga terbengong-bengong. Ini pekerjaan apa ? hanya saja waktu itu karena sering di lapangan jadi tidak terlalu susah untuk beradaptasi.

Seiring berjalannya waktu mulai mengenal berbagai permainan atau game outbound. Lalu mulai terlibat dalam membuat aturan main tentang permainan tersebut. Lalu bertahan dengan aktivitas tersebut yang sepertinya hanya diulang-ulang saja. Beruntungnya saya suka membaca dan suka menulis jadi semua yang saya lakukan sebagian mulai saya tulis. Selain itu mulai dikenalkan dengan materi-materi indoor tentang motivasi dan softskill. Sepertinya bisa untuk menambah bahan dlam melakukan debrifing.

Begitualh yang terjadi hingga hampir 8 tahun. Setelah itu saya keluar dari perusahaan dan ketemu “dunia persilatan” outbound. Berkenalan dengan teman-teman baru yang bermacam-macam. Lalu masuk ke sebuah komunitas. Dari situ masuklah saya di fase kedua. Pada fase ini pengetahuan tentang outbound jadi bertambah banyak. Disitulah saya mulai dikenalkan tentang aspek “akademis” tentang pendidikan luar ruang.

Tokoh – tokoh outbound, sejarah dan pemikirannya mulai saya baca dan pelajari. Diskusi hingga jauh malam pun sering sekali saya ikuti. Selain itu tetap membaca buku-buku yang terkait dengan outbound dan pengetahuan lain. Alhamdulillah saya lakukan hingga hari ini.

Banyak pengalaman masuk ke “dunia” outbound dari teman-teman fasilitator outbound mirip atau sama dengan saya. Diajak oleh teman atau bahkan ada yang nggak sengaja. Ada juga yang karena sudah ngelamar pekerjaan di sana-sini tidak diterima akhirnya masuk ke dunia outbound : )

Tetapi perlu juga disadari bahwa semangat untuk tumbuh dan berkembang teruslah harus ada. Pengetahuan perlu diperluas agar kecerdasan kita selalu kita asah. Di dalam dunia outbound “lahan” untuk mendapatkan penegetahuan dan kecerdasan itu sangat banyak asalkan kita mau berusaha. Banyak sekali tokoh dan ahli yang membahas outbound atau experiential learning dan sangat menarik. Tinjauan secara filosofis hingga akademis pun sebetulnya banyak sekali.

Catatan hingga hari ini teman-teman fasilitator outbound masih rendah literasinya. Jadi ini merupakan kesempatan baik untuk meningkatkannya. dengan pengetahuan dan kecerdasan yang terus meningkat maka kita bisa membawakan materi atau program outbound dengan lebih baik dan “tepat sasaran. Mari kita tingkatkan angka literasi kita di dunia outbound. Dimulai yang paling gampang adalah dengan lebih banyak membaca buku.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi buat teman-teman pembaca. Tetap jaga kesehatan. Ikuti protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun….dan tetap semangat serta terus berkarya.

Salam outbound