Jangan belajar outbound

Jangan belajar outbound

Lho emang kenapa ? salah ? menyesatkan ? oya …bisa jadi kalau hanya belajar outbound tetapi hanya untuk dipakai nampang dan bergaya saja. Emang ada yang begitu ? ya adalah. bahkan di beberapa profesi yang lain pun ada. Baru memegang satu kali pelatihan outbound saja lalu sudah mengaku menjadi seorang “outbounder”. Pakainnya langsung berganti yang model outbound look. Ngomongnya sudah mulai seperti seorang motivator : ) sedikit-sedikit mengucapkan luar biasa. Kesuksesan dan yes…yes ..yes

Lalu bagaimana ? ya ikuti prosesnya dan istiqomah dengan proses itu. Tetap terus belajar. Sering membaca . Meluangkan waktu sesekali dengan teman untuk diskusi. Up date perkembangan tentang berita dan informasi dan yang terpenting semakin hari-semakin lebih baik.

Belajar outbound atau experiential learning itu adalah long life. dan efek dari belajar itu akan membuat “heatty life”. Sehat fisiknya dan sehat jiwanya. Kok bisa ? lha karena outbound itu mengajarkan itu semua. Dengan berkegiatan di alam terbuka itu sebagai simbul untuk pikiran menjadi lebih terbuka. Pikiran terbuka itu adalah lebih sabar. Lebih terjaga emosinya dan lebih bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Apakah nggak boleh memakai pakaian yang model outbound look ? lha…ya boleh banget lah. Tetapi disesuaikan dengan sitausi dan kondisinya. Seorang petinju pun nggak setiap hari dan setiap pergi kemana-mana selalu pakai sarung tinju kan ?

Jadi ? ya teruslah mengembangkan diri. Salah satunya dengan belajar. Membaca . Menulis. Banyak hal yang masih bisa kamu pelajari tentang outbound itu. Bisa melalui buku. melalui pengalaman pribadi ataupun melalui pengalaman orang lain.

Ok semoga bermanfaat. semoga sehat selalu dan tetap semangat. ayo sama-sama di masa pandemi ini untuk selalu mematuhi protokol kesehatan ya. Memakai masker. Menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun agar kita Aman, Imun kita bertambah dan iman kita meningkat.

Salam outbound. Salam simpEL ( Semangat ingin mempelajari Experiential Learning )