Cerita outbound

Cerita outbound

Cerita ini saya ambilokan dari salah satu buku karya saya yang berjudul “Sebagian besar fasilitator outbound itu ngakunya masih jomblo”. Buku ini sebetulnya merupakan buku autokritik untuk profesi fasilitator outbound. Tetapi sebagian besar orang menganggapnya sebaggai buku suoaya tidak menjadi jomblo : )

Isi dari buku ini merupakan cerita singkat dari “kehidupan” seorang fasilitator outbound. Cerita ini sepertinya biasa saja tetapi ada pesan tersembunyi yang saya selipkan di sana. Dan ini salah satu ceritanya.

Seorang Boss pemilik provider mengatakan kepada salah satu kliennya bahwa semua program outbound nya berbeda dengan provider outbound yang lain. Lalu klien tersebut minta proposalnya. Setelah proposal di terima dan dibaca klien tersebut mengambil kesimpulan bahwa program outbound dari provider tersebut memang beda. Beda harganya saja. Sedangkan aktivitas nya sama saja dengan provider outbound yang lain.

Persaingan itu ada dimana-mana. Termasuk antar provider outbound. Tetapi kolaborasi atau kerja sama itu juga ada diman-mana termasuk antar provider outbound. Persaingan antar provider outbound sama denga di bidang lain yaitu mengatakan bahawa proram outbound yang dimilikinya beda. Kata “beda” tersebut seperti sebuah magic word. Tetapi apakah beda beneran atau beda – bedaan ya begitulah.

Harapannya memang demikian,. Bila setiap provider outbound membuat program yang kreatif maka klien akan bisa “memilih” sesuai dengan seleranya. Tetapi apakah memilih provider outbound sama dengan memilih menu makanan di restoran ? tentunya ada bedanya tetapi prinsipnya sama. Kalau tidak diterangan dengan baik ya klein juga akan binggung. Dan klien pun juga seharusnya perlu lebih banyak bertanya tentang isi sebenanrnya dari program itu.

Semoga bermanfaat. Masih banyak cerita yang sejenis dengan cerita di atas yang ada di dalam buku tersebut. Semoga bermanfaat.

Ok. Semoga teman-teman semuanya tetap sehat dan terus semangat. Mari kita tetap mengikuti protokol kesehatan. Memakai masker. Menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Semoga kita semua AMAN. IMUN kita meningat dan isnya allah IMAN kita juga bertambah.

Salam outbound. Salam simpEL ( Semangat ing9n mempelajari Experiantial Learning )