Experiential learner

Experiential learner

Seorang pembelajar dari pengalaman yang telah dilakukannya. Mungkin itu terjemahan bebasnya. Apakah kita termasuk salah satu diantaranya ? pernah gagal tetapi kemudian bisa belajar dari kegagalan tersebut lalu bangkit dan berhasil. Bisa tentang karir kita. Tentang bisnis kita. Tentang studi kita. tentang rumah tangga kita atau tentang yan lainnya.

ada cerita seru dibalik pertarungan seru di UFC 257 tanggal 23 januari kemaren. Dimana salah satunya mempertemukan rematch antara Conor McGregor melawan Dustin Poirier. Saya coba membuat artikel dari pertarungan tersebut.

Pada pertandingan pertama ,tujuh tahun yang lalu Dustin piorier kalah TKO dari seorang Conor McGregor. Tetapi pada pertandingan ke dua ( rematch ) kemaren dia bisa berbalik mengalahkan lawannya dengan KO. Kenapa hal itu bisa terjadi ? Kekalahannya yang dulu itu bisa membuatnya luka dan terluka. Bahkan bisa membuat dirinya menjadi menjadi trauma.

Bayang-bayang akan terjadi lagi bisa muncul lagi. Dan untuk menghilangkan bayang-bayang itu bukan perkara yang mudah. Tetapi kenapa Dustin poirier sepertinya bisa ? Yang pertama pastinya muncul dari keinginan kuat dari dirinya. Dia melihat bagaimana waktu itu bisa kalah.

Dia melihat video pertarungan itu berkali-kali. Dia mendengarkan saran dan masukan dari pelatih dan para “ahli”. Lalu dianalisanya dan dia akhirnya bisa mengetahui benar apa yang kurang tepat dilakukannya. Lalu dia mencoba memperbaiki kesalahan tersebut. Dengan sungguh-sungguh. Yang ke dua adalah faktor di luar dirinya. terutama pelatihnya yang kebetulan dalam hal ini adalah ayahnya sendiri, Dyah Davis. Dukungan saat berlatih dan selama mempersiapkan pertarungan ke dua hingga ketika berada di luar oktagon tentunya sangat membuat kepercayaan diri Dustin Poirier meningkat.Dia tidak ingin kalah untuk ke dua kalinya oleh lawan yang sama, dan kemaren dia wujudkan.

Kalau kita melihat dari sisi “belajar dari pengalaman” pastilah seorang Dustin Poirier adalah yang melakukannya. Dengan baik . Dengan sungguh-sungguh. Dia pasti melakukan recall. remember dengan benar. lalu melakukan review bersama team-nya dengan sangat cermat. kemudian dia membuat rencana yang detail untuk bisa “merubah” hasil kekalahan pertama menjadi sebuah kemenangan. Tanpa kesungguhan dan kerja sama dengan semua “pendukungnya” hal itu tidak mungkin terjadi.

Apakah Dustin Poirier seorang pembelajar yang baik ? bukan dia yang menjawabnya tetapi dunia sudah tahu bagaimana dia menjawab dan membuktikannya

Bagaimana dengan kita ? bagaimana dengan Anda ? apakah bisa juga melakukan hal tersebut ? semoga kita semua adalah seorang experiential learner. Dengan semangat tersebut semoga kita bisa selalu bangkit apabial mengalami “kejatuhan”. Tetap semangat dan terus mengejar impina dan harapan.

Semoga cerita pendek tersebut bisa menginspirasi teman-teman semuanya. Mari kita tetap menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Salam outbound. salam simpEL ( Semangat ingin mempelajari Experiential Learning )