Game master itu sebaiknya harus…

Game master itu sebaiknya harus…

Artikel kemaren tentang game master ternyata banyak teman-teman yang kasih komentar. Seru – seru komentarnya. Maka saya coba tulis artikel lagi tentang game master outbound lagi di web ini.

Menjadi seorang game master itu nggak ada sekolahnya. Dia seakan-akan hadir begitu saja Tiba-tiba. Sepertinya memang tiba-tiba tetapi sebetulnya tidak. kok bisa ? ya karena game master di bidang outbound itu tempaan dan cobaannya luar biasa. Dia bisa dipastikan melewati fase pertama yaitu mengenal dunia outbound terlebih dahulu. Bisa dengan melihat temannya. Bisa dengan diajak temannya untuk bergabung di sebuah kegiatan outbound. bisa macam-macam.

Kemudian seorang game master sebagian besar menjadi semacam asisten fasilitator. Dia mengamati fasilitator. Dia bertanya banyak tentang segala hal dengan fasilitator. Setelah di rasa mampu maka dia memberanikan diri menjadi seorang fasilitator. Fasilitator dalam hal ini lebih ke bidang rekreasional. kenapa ? karena tugas utamanya lebih ke change feeling . Karena kebutuhan seorang game master untuk di “ranah” educational dan development boleh dikatakan tidak terlalu diperlukan. Apalagi di model outbound teurapetic Game master muncul dengan peran utama seakan-akan menjadi seorang “master” dalam membawakan game atau permainan.

Sebuah game akan menjadi “wow” seakan-akan hanya ditangan seorang yang bergelar “master”. Game tersebut akan membuat peserta outbound bisa bahagia, tertawa dan merasa nyaman ketika mengikuti kegiatan outbound.

Itu semua siapa yang “membangun” persepsi tersebut ? ya pertama para pelaku dan penggiat outbound dan peserta outbund itu sendiri. Seiring berjalannya waktu game master akhirnya menjelma menjadi seorang sosok yang “sakti”.

Sebetulnya tidak ada yang keliru. Mungkin akan lebih bagus kalau kompetensi seorag game master bisa lebih ditambah atau dikembangkan lagi. Harus orangnya menyenangkan dan lucu itu bagus. Mempunyai power dalam suara itu sangat mendukung. Penampilan menarik, itu juga lebih baik. Mungkin perlu ditambah satu lagi yaitu selalu up date informasi. Dan suka membaca. Dengan tambahan dua hal tersebut maka seorang game master outbound akan bisa menjelma sebagai salah satu “ambasador” untuk bisa mengedukasi masyarakat atau peserta kegiatan outbound untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Selain bisa memberikan kegembiraan bisa juga menambah pengetahuan.

Lho kan perannya hanya untuk membuat sebuah game menjadi lebih keren ? ya tetapi alangkah baiknya kalau seorang game master pun juga perlu pinter. Dengan wawasan yang lebih luas maka game master tersebut akan bisa membuat variasi dalam membawakan sebuah game menjadi lebih banyak.

Di saat pandemi ini mungkin teman-teman game master sedang “cuti”. Semoga bisa memanfaatkan waktu dengan baik untuk meningkatkan kompetensinya. Semoga ketika “badai ” ini berlalu para game master sudah siap dengan sesuatu yang lebih bagus dan lebih seru lagi di dalam berkonstribusi bagi perkembangan dunia outbound di negeri ini. Semoga.

Semoga bermanfaat. Semoga kita semua sehat dan terus semangat. Ok tetap ikuti protokol kesehatan ya. memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Salam outbound. Salam simpEL ( Semangat ingin mempelajari Experiential Learning )