Outbound dalam catatan

Outbound dalam catatan

Apa yang harus dilakukan seorang fasilitator outbound selama pandemi ? ketika kegiatan outbound boleh dikatakan sedang tidak begitu banyak. Ketika sebagian besar perusahaan dan lembaga pemerintahan masih menahan diri untuk melakukan kegiatan outbound.

Di bulan-bulan pertama pandemi mungkin sebagian besar kita masih berfikiran bahwa pandemi ini hanya akan berlangsung satu atau dua bulan saja. Atau paling banter 3 bulan. Setelah itu semuanya akan kembali normal. Kegiatan akan berlangsung seperti biasa. Tetapi ternyata hingga hampir satu tahun pandemi ini masih ada. Badai ternyata belum berlalu.

Bagi teman-teman yang memiliki tabungan yang cukup mungkin masih merasa aman. Tetapi bagi yang tidak memiliki maka hal itu mulai mengusik ” ketenangan”. Kalau biasanya untuk mendapatkan uang 300 ribu hingga satu juta atau mungkin lebih dari itu sepertinya begitu mudah maka saat ini mungkin tidak. Dulu boleh dikatakan setiap sabtu dan minggu sepertinya “kran air” itu bisa dipastikan akan mengalir. Bahkan dengan deras. Tetapi sekarang tidak.

Sebelum pandemi paling masa “libur” itu hanya satu bulan yang sedikit teras panjang. Yaitu pada Bulan Puasa Ramadhan. Tetapi saat ini sudah lebih dari 9 bulan “libur” itu masih berlangsung. Terasa panjang. Sampai kapan ? sampai hari ini pun tidak ada satu orang pun yang bisa menjawab dengan pasti kapan berakhirnya pandemi ini.

Apa yang harus dilakukan oleh fasilitator outbound di masa pandemi yang “panjang ini ? Sebagian sudah ada teman-teman fasilitator outbound yang menjalankan usaha lain. Ada yang mulai dari awal aktif di virtual training dan yang terkait dengan hal tersebut. Ada juga yang mulai membuka usaha kuliner. Usaha perdagangan peralatan rumah tangga baik secfara offline maupun secara online.

Namanya juga usaha baru pastinya belum bisa langsung tumbuh dan berkembang dengan baik. Ada yang sabar dan istiqomah tetapi ada juga yang tidak sabar.

Apa yang bisa dilakukan selain membuka usaha ? membuka pikiran sebetulnya sebelum membuka usaha . Membuka pikiran dalam artian seperti orang yang sedang duduk diam sebentar mengamati keadaan. Dengan pikiran yang sedikit lebih tenang diharapkan akan mendapatkan sebuah ide untuk melakukan aktivitas atau kegiatan baru. Yang paling mudah memang dengan menekuni hobby. Melakukan sesuatu yang di senangi. Tetapi saatnya tidak hanya untuk disenangi saja. Harus mulai dikembangkan untuk sesuatu yang menghasilkan. Mungkin di awal hasilnya tidak sebanyak ketika dulu meng-handle kegiatan outbound. Tidak mengapa, paling tidak bisa mendapatkan tambahan penghasilan untuk bisa menopang kehidupan.

Ada seorang teman yang mulai mencoba budidaya tanaman. Terutama tanaman hias yang harganya cukup lumayan. Ada juga yang menjual perlengkapan sepeda yang sampai hari ini masih banyak penggemarnya. Banyak hal yang bisa dilakukan.

Apakah ada yang tidak melakukan sama sekali ? pastnya ada. Penyebabnya bisa macam-macam. Tetapi saya berharap semoga teman-teman tersebut akhirnya bisa menemukan kembali semangat hidupnya dan kemudian berusaha untuk bangkit.

Tugas kita adalah berusaha sedangkan Tuhan yang menentukan bagaimana hasilnya. Yakinlah kalau kita berusaha dengan sebaik mungkin Tuhan yang Maha baik dan Maha pemberi rejeki akan memberikan “balasan” terbaik untuk kita. Tetaplah mempunyai harapan dan bersemangat dalam mewujudkan harapan tersebut.

Semoga artikel pendek ini bermanfaat. Semoga kita semua sehat selalu. Mari kita tetap patuhi protokol kesehatan. Memakai masker. menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun. Tingkatkan iman kita agar imun kita meningkat dan kita lebih aman dalam menjalankan aktivitas,

Salam outbound. salma simpEL