Bersikaplah seperti Ice breaking

Bersikaplah seperti Ice breaking

“Hidup itu bagaikan ice breaking. Awali dan jalani dengan penuh suka cita ” – Mas Fasil

Kali ini saya ambilkan salah satu artikel di buku saya ” EL lebih seru daripada Outbound. Buku ini untuk pertama kali saya mulai menggunakan kata EL atau Experiential Learning. Kata EL mungkin kalah populer dengan kata outbound. Tetapi kata tersebut sebetulnya yang lebih “sesuai”. untuk menjelaskan sebuah kegiatan yang berkaitan dengan belajar dari pengalaman. Saya ambil judul ice breaking dimana di dalam outbound atau kegiatan EL sepertinya “wajib” hukumnya untuk dilakukan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Membayangkan pada waktu siang hari yang panas terik. Dengan rasa haus yang amat sangat. Kemudian disediakan minuman Teh manis yang di-campur dengan es pastinya ke-rasa segar sekali  ya. Apalagi minumnya di bawah pohon yang rindang dan dibawahnya hamparan rumput hijau. Hmmmmm……….

Ngomong-ngomong tentang es atau bahasa inggrisnya Ice.  Ada sebuah ice yang sama sekali tidak dingin tetapi bisa “mendinginkan”. Tidak berbentuk kotak atau seperti cetakannya tetapi kalau disajikan dengan bagus maka “bentuknya” menjadi sangat indah sekali. Dia tidak berada dalam lemari Es atau di dalam gerobak tukang es keliling.  Dia sangat senang kalau berada berada pada acara-acara training, outing, gathering atau acara kumpul-kumpul lainnya. Nama Ice yang satu ini adalah Ice breaking

Tetapi sayangnya Ice breaking ini kedudukannya sering hanya sebagi pelengkap penderita saja. Ketika tidak ada di cari-cari. Ketika ada dianggap biasa saja.  Itulah nasib “tragis” Ice breaking untuk saat ini.  Seharusnya kita harus lebih arif dan bijaksana serta menaruh hormat yang tinggi terhadap kehadiran Ice breaking ini.  Salah satu caranya adalah dengan mempersiapkannya dengan baik sebelum memberikannya.  Kemudian mencari apa kira – kira makna yang terkandung didalam ice breaking tersebut.  Yang lebih hebat lagi adalah membuatnya berkembang dan lebih variatif lagi. Yakinlah kalau Ice breaking tersebut dihargai seperti itu maka kehadirannya akan menjadi lebih seru dan bermanfaat lagi.

Seperti layaknya sebuah ice, Ice breaking itu sangat bisa dan mudah untuk di kombinasikan dengan bahan-bahan yang lain. Dengan susu bisa. Dengan sirop oke. Dengan teh apalagi. Dengan kopi pun hayuk. Bahkan dengan tiga atau empat bahan sekaligus juga siap. Seperti dengan susu, telor, madu dan jahe. Hmmm rasanya pastinya luaaar biasa nikmatnya.

Begitu juga dengan Ice breaking bisa dicampur dengan apa saja.  Terkadang Ice breaking hanya sifatnya bermain dan haha hihi saja.  Padahal mau diawali dengan framing terlebih dahulu ok. Setelah selesai di tambahi dengan teknik fasilitasi yang manapun juga siap. Mau ditempatkan pada jam-jam “kritis” setelah makan siang pun juga ok (walaupun Ice breaking ini harus “berganti baju” menjadi energizer terlebih dahulu). Mau diberikan oleh seorang fasilitator atau lebih juga bisa.  Mau di back ground musik atau tidak juga tidak masalah.

Ice breaking  dengan segala kelebihannya tetapi tidak suka “me-nyombongkan diri” membuat kita jadi bisa belajar pada keha-dirannya. Terkadang kita baru dapat ilmu seujung jari saja sudah menyombongkan diri kemana-mana. Terkadang kita baru belajar ilmu EL hanya satu teori saja tetapi sudah merasa menjadi yang serba tahu. Terkadang usia provider kita yang baru beberapa tahun saja sudah merasa menjadi provider yang paling besar di Indonesia. Terkadang kita baru beberapa tahun saja di “nobat-kan” menjadi seorang fasilitator atau pun “game master” lalu minta dilayani bak seorang pangeran. 

Terkadang kita baru beberapa tahun saja masuk dunia outbound tetapi asesories yang kita pakai seperti sebuah toko outdoor yang berjalan. Terkadang kita baru sekali ikut TOT saja lalu merasa semuanya menjadi paling tahu. Terkadang kita baru mendapat klien besar beberapa kali saja kemudian gaya hidup dan kebiasaan hidup berubah total. Terkadang kita baru bisa memainkan satu atau dua Ice breaking saja tetapi sudah merasa yang paling jago.

Bersikaplah seperti Ice breaking. Kehadirannya selalu menyegar-kan suasana. Tetapi tidak sombong dan menyombongkan diri. Kehadirannya selalu ditempatkan pada “depan” atau awal acara tetapi dia sendiri tidak memaksakan untuk itu.  Bersikaplah seperti ice – breaking yang sederhana ( sering kali permainannya tanpa memakai alat ) tetapi bisa membuat orang terhibur dan bergembira.

“halooooo…”  “ hai…” 

Mari kita jaga selalu kesehatan kita salah satunya dengan melaksanakan protokol kesehtan. Memakai masker. Menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Salam outbound. Salam simpEL ( Semangat ingin mempelajari Experiantial Learning )