Bukit untuk ngadem

Bukit untuk ngadem

Kali ini saya ingin berbagai pengalaman tentang tracking ya. Bukan tentang outbound as usual . Saya beberapa bulan terakhir mencoba untuk pergi ke lokasi alam di seputaran Bogor. Sebelumnya pernah ke Gua Garunggang di seputaran sentul. Lalu ke Javana highland adventure di sekitar cisarua. Dan kemaren ke Bukit Paniisan juga masih di wilayah kabupaten bogor.

Kami ber 5 dengan teman-teman yang selama ini beraktivitas di dunia outbound sepakat untuk menuju bukit tersebut. Ketinggian Bukit Paniisan sekitar 846 MDPL. Jadi lumayanlah ketinggianya. Dan kalau dari namanya itu merupaka bukit untuk “ngadem” atau mencari udara dingin.

Perjalanan menuju ke tempat start bukit itu kami dengan menggunakan motor. Melewati jalan kampung. Kebetulan kemaren di wilayah Bogor dari pagi hujan jadi jalanan jadi seru. Licin. Kemudian setelah parkir motor kami baru melakukan tracking. Di awal perjalanan langsung ” disuguhi” tanyakan yang lumayan. selesai tanjakan tersebut ternyata disambung dengan tanyakan yang lebih aduhai lagi. Kalau kata teman-teman yang biasa tracking suka menyebutnya dengan “tanjakan sambalado” . Kemudian alhamdulillah dapat sedikit ambil nafas di daerah yang sedikit datar.

Di tempat tersebut kami bisa menyaksikan keindahan alam di sekitar yang luar biasa. Biasa teman-teman menyebut seperti di Selandia baru. Padahal kami semua belum pernah ke negara itu : ) Lalu lanjut lagi dengan tanyakan dan tanyakan lagi. Bahkan ada satu tanjakan yang secara spontan teman kami menyebutnya sebagai tanjakan ” sambel uleg: he..he….karena lumayan menantang.

Setelah berjalan hampir 2 jam akhirnya kami sampai di tempat yang kami impikan. Bukit Paniisan. Kami sempat mengabadikan pemandangan baik dengan foto maupun mengambil videonya. Kami bikin content kalau kata anak millenial : )

Di atas ternyata ada warung yang sederhana yang “dikelola” oleh Pak haji. Lumayan kami bisa menikmati indomie telur yang hmmmm….sedapnya luar biasa. Karena dinikmati di tengah udara dingin dan cuaca yang berkabut tebal saat itu. Setelah itu kami sempatkan sholat di mushola kecil di tempat tersebut. Banyak obrolan dan sharing dengan teman-teman di tempat itu. Sangat menyenangkan sekali.

Setelah hampir satu jam lalu kami memutuskan untuk kembali. Sebelum kembali kami disambut kabut tebal dan hujan yang sedikit deras. Kami semua akhirnya mengeluarkan jas hujan agar perjalanan masih tetap dilanjutkan. Tentunya dengan jalan yang lebih menantang lagi yaitu licin sekali. Beberapa kali kami terpleset. Bahkan ada satu teman kami yang terpleset amboi : ) alhamdulillah tidak sampai cidera.

Perjalanan turun kami tempuh lebih cepat yaitu kurang lebih 1 jam. Selama turun kami juga tetap sambil ngobrol ringan dan menikmati pemandangan alam sekitar.

Perjalanan ke Buit Paniisan sangat menyenangkan sekaligus sangat menantang. Saran kami bila ingin mencoba ke tempat tersebut. Siapkan fisik dengan baik. Dan sebelum berangkat makan secukupnya. Tidak perlu membawa bekal yang banyak. Pakai sepatu tracking yang kuat dan jangan lupa bawa jas hujan. Kalau ingin naik di saat sekarang ini.

Ok. semoga bermanfaat cerita saya ke Bukit paniisan. Semoga teman-teman tetap sehat dan terus semangat. Tetap patuhi protokol kesehatan ya. Memakai masker. menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Salam outbound. Salam simpEL.