Memunggut percakapan

Memunggut percakapan

Kemaren pada saat tracking ke Bukit Paniisan selama perjalanan ngobrol ringan dengan teman-teman. Supaya perjalanan tidak terasa melelahkan dan tetap bisa berbagi pengalaman. Banyak topik yang kami bicarakan. walaupun “melompat-lompat”. Kadang sedikit serius misalnya tentang perkembangan usaha temen-temen hingga yang mungkin terkesan remeh temeh misalnya tentang pengalaman lucu temen-teman ketika memandu tracking.

Ada seorang teman. Saya baru bertemu sekali saat itu. Anaknya setiap kali berbicara wajahnya tersenyum. Sepertinya ceria terus. Asli sunda tetapi logatnya bagi saya agak seru. Bahkan saya sempat mengatakan kepadanya sepertinya kamu ada darah Padang nya ya ? mendengar hal itu dia dan temen-temen tertawa : )

Teman yang satu ini pas berjalan turun kebetulan sempat berjalan bersama saya karena yang lainnya turun pakai motor ke jalan utama. kami tidak bisa memboceng motor untuk sementara karena jalan yang dilaluinya sangat kecil dan licin sekali.

Sebut saja teman saya ini namanya Opal. “Pal, dulu pernah belajar dimana ? ” tanyaku sambil melintasi jalan kecil yang licin itu. ” Saya hanya lulusan SD kok pak”. Jawaban itu membuat saya sedikit terdiam. Memikirkan bagaimana di jaman saat ini hanya lulusan SD. Tetapi Tuhan maha baik untuk setiap manusia yang mau berusaha sebaik mungkin.

“setelah lulus SD apa saja yang dilakukan ?” ” ya apa saja pak. Saya tidak mau merepotkan orang tua pak”. jawabnya singkat. Oh, anak ini sudah bisa berfikiran dewasa. Sejak lulus SD sudah tidak mau merepotkan orang tuanya. Saya membayangkan harusnya yang lulusan lebih tinggi dari dia. Yang lulusan Perguruan tinggi misalnya pasti juga tidak ingin merepotkan orang tuanya. tidak ingin merepotkan orang lain. Tidak ingin merepotkan negara bahkan juga mungkin tidak ingin merepotkan Tuhan nya. Saya sedikit merenung mendengar jawaban tersebut.

Opal menjelaskan kalau setelah lulus SD dia kerja serabutan. Apa saja. Ya apa saja. Pernah dia menjadi cleaning service. Suatu hari pernah juga menjadi “karyawan” di tukang jualan ayam goreng. ” Tapi pas itu saya nggak betah lama pak ” ” lha kenapa tanyaku ?”

“kalau ada ayam yang hari itu ada yang tidak laku maka saya yang harus menggantinya. jadi kadang saya malah tidak dapat untung sehari itu, Malah rugi. ” begitu penjelasannya.” ” Kan namanya juga orang dagang kadang laris kadang sepi kan pak ?” lanjutnya. Dia bercerita bagaimana harus bisa punya aktivitas. Apapun yang penting halal.

Saat ini dia menjadi seorang pemandu tracking. Sepertinya dia senang dan menikmati. ” Ya, alhamdulillah pak. Saat pandemi ini justru tamu banyak yang ingin tracking ke sini.” kata dia dengan nada yang penuh suka cita. ” Pekerjaannya saya suka karena lokasi tracking ini tidak jauh dari rumah saya. ” ” trus apa lagi yang membuat kamu suka ” pancingku untuk minta penjelasan lebih lanjut ” temannya banyak. dan penghsilannya …ya lumayan pak ” jawabnya sambil tertawa kecil.

Secara tidak langsung dari hati kecil berkata ” Makasih Pal, Saya belajar tentang sesuatu dari kamu Pal” . Saya tidak menyangka aktivitas dengan teman-teman untuk tracking ternyata tidak menyangka mendapatkan cerita pengalaman yang seru seperti itu. Ini menariknya dunia “luar”. Dunia yang dekat dengan alam. termasuk dunia kami yaitu dunia outbound. Kami bisa “memunggut” cerita semacam itu untuk dijadikan bahan refleksi. Banyak sisi-sisi kehidupan yang tidak pernah di dapat di mall, di perkantoran, di ruang ruang training, di ruang – ruang presentasi, di meja penandatangan proposal. Tetapi saya mendapatkan di perjalanan di tempat – tempat yang sederhana sambil berjalan melewati tanah berlumpur. Diterpa hujan gerimis ringan dan diantara kabut putih yang berjalan indah tiada tara.

Outbound bagi kami bukanlah sebuah karir atau bisnis as usual. Outbound adalah sebuah hidup dan kehidupan. Kalaupun ada keuntungan finansial mungin itu hanya “efek samping”. Outbound bisa menjadikan kami belajar tentang bagaimana hidup yang lebih baik. Bercanda menikmati hidup dengan teman-teman dan bisa menyatu dan menyapa dengan alam.

Semoga cerita perjalanan tentang pengalaman tracking ini bermanfaat. Semoga kita semua sehat dan terus bisa berkarya. Ok teman-teman saya selalu mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan ya. memakai masker. menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Salam outbound. Salam simpEL.