Jangan salahkan hujan

Jangan salahkan hujan

Memasuki bulan Februari sepertinya bakalan akan sering banyak hujan. Apalagi kami yang tinggal di Kota Hujan. Bogor. Pada musim bukan penghujan saja kalau daerah lain tidak ada hujan di Bogor sesekali masih hujan. Apalagi di musim penghujan. Hujannya kadan tidak mengenal waktu. Kadang pagi hingga pagi lagi. Tidak mengenal hari juga. Hari libur dan tanggal merah pun kadang tidak peduli. Hujan.

Teringat waktu sebelum pandemi. Kegiatan outbound pada saat musim hujan juga memiliki keunikan tersendiri. Paling tidak temen-temen provider harus memasukkan anggaran untuk ponco atau jas hujan. Lalu perlu memberikan informasi yang lebih detail lagi kepada para peserta outbound.

Jangan pernah menyalahkan hujan. Saya masih ingat ada lagu yang mengambil judul lagu tersebut. Ya karena hujan adalah rahmat dari Tuhan. Gerimis bagi yang sedang “sayang-sayangnya” bisa tercipta ribuan puisi dan lagu romantis. Hujan ringan membuat anak-anak kecil kegirangan dan berlompatan bermain air. Bahkan hujan sedang di Bogor malah membuat anak-anak mulai keluar mencari rizki. Ada yang menawarkan ojeg payung. Ada juga yang menunggu di lampu merah untuk menawaran jasa membersihkan kaca mobil yang sedang berhenti menunggu lampu hijau menyala.

Memang hujan yang besar dan terus menerus bisa mengakibatkan bencana. Mulai dari banjir hingga tanah longsor. Bahkan untuk urusan banjir ini Bogor sering disebut – sebut sebagi kota yang suka “mengirimkan” banjir ke Ibukota Jakarta : ) lha bagaimana tidak, karena posisi Bogor yang sedikit lebih tinggi dari jakarta sehingga setiap kali hujan air mengalir dari bogor menuju Jakarta. Alhamdulillah saat ini sudah semakin bisa dikendalikan air tersebut.

“The best thing one can do when it’s raining is to let it rain.” Hal terbaik yang bisa dilakukan seseorang di saat hujan adalah membiarkannya turun. Demikian kata Henry Wadsworth Longfellow. Ya kemampuan kita untuk menahan hujan supaya tidak turun tidak ada. Tetapi kalau membuat awan bertambah banyak supaya bisa terjadi turun hujan sepertinya sudah bisa.

Ya, ada hal-hal yang kita hanya bisa membiarkannya saja. Bahkan lebih baik menikmatinya. Sambil kalau ada masalah berusaha untuk mengurangi atau menghilangkannya. Berbagai permasalahan yang muncul saat ini memang ada yang ( terkadang ) harus kita membiarkannnya. Karena kalau memaksakan diri malah sepertinya “melawan ” Tuhan.

Pandemi saat in yang melanda seluruh dunia tentunya kita terima. Bukan berarti kita semua tidak mengupayakan untuk menghilangkannya. Berbagai upaya sudah dilakukan. Mulai dengan menerapkan protokol kesehatan hingga menciptakan vaksin. Hujan juga kita tidak bisa menahan untuk tidak turun. Tetapi kita bisa menyediakan payung atau jas hujan sebelum hujan tiba. Hujan bisa kita nikmati dengan penuh rasa syukur mana kala kita selalu bersahabat dengan alam. Jangan menebang pohin sembarangan,. Membangun sebuah bangunan di tempat yang menjadi resapan air secara berlebihan. Membuang sampah pada tempatnya. banyak yang bisa kita lakukan supaya kita tidak “kerepotan” dengan hujan.

Ok. Selamat datang musim hujan. Semoga kita semua aman semua. Tidak ada banjir dan kita selalu sehat. Mari tetap kita patuhi protokol kesehatan. Memakai masker. Menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Salam outbound. Salam simpEL,