Menembus 3 Curug

Menembus 3 Curug

Kemaren saya dan beberapa teman dari Paguyuban Outbond Bogor ( POB ) melakukan tracking. Ini adalah tracking kali ke 3 yang saya lakukan selama pandemi ini. Tujuan tracking ini sederhana. Selain untuk menikmati keindahan alam di sekitar Bogor juga untuk mencari tantangan baru. Jadi semacam untuk mengukur seberapa bugar badan saya.

Kemaren termasuk perjalanan yang seru dan menantang. Kami menuju “sasaran” baru yaitu Curug Hordeng. Lokasinya masih termasuk di Kabupaten Bogor tepatnya di kampung Cibeureum – Sentul.

Perjalanan menuju lokasi start kami menggunakan motor. Perjalanan kami tempuh sekitar 45 menit dari meeting point awal kami di daerah sentul. Sebagian besar jalan sudah bagus tetapi menjelang lokasi start tracking jalan mulai kurang bagus. Selain licin karen hujan juga masih belum di aspal. Jalan terkadang menanjak sekali dan menurun dengan tajam, Jadi harus berhati-hati.

Setelah di tempat start kami membuat satu konten video dulu untuk nantinya kami sebar ke group wa kami. Berharap bisa menginspirasi teman-teman untuk tetap semangat. Setelah itu perjuagan dimulai : ) Jalan yang kami lalui cukup becek dan berlumpur. Tanjakan yang lumayan panjang. Di pertengahan jalan kami juga “disambut ” dengan hujan dan beraraknya kabut putih yang keren.

Sesekali kami berhenti untuk menikmati alam sekitar yang cantiknya luar biasa. Kami seperti berada di tengah-tengah bukit yang kokoh menjulang. Hijau segar dan sangat mengesankan sekali. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam maka sampailah kami ke curug hordeng. Hordeng artinya seperti korden. Konon kenapa dinamakan itu karena airnya seperti menutup batu yang ada dibelakkangnya. Cantik sekali. Sayang kami tidak bisa berenang saat itu karena air sedang lumaya besar. Jadi sangat berbahaya.

Di curug hordeng kami membuat konten video lagi dan mengambil foto di beberpa lokasi yang sangat menarik. Kami menikmati mie instan yang di jual di salah satu warung di dekat tempat itu. Jangan ditanya bagaimana nikmatnya mie instan yang di “santap” di dekat curug yang keren tersebut. Nikmatnya luar biasa. Kami juga sempatkan sholat dhuhur di mushola yang sederhana yang di sediakan di situ.

Kami lalu lanjutkan perjalanan ke curug ke dua. Curug kembar namanya. Kami harus melakukan penyebrangan basah. Tapi alhamdulillah ada tali untuk peganggan dalam melintas sungai tersebut. Setelah itu kami lanjutkan ke curug yang ketiga yang tidak kalau indahnya juga. Curug Ciburial. Curug ini lebih tinggi dan lebih menariknya lagi disekitarnya terdapat batu-batu besar yang sangat bagus. Kami buat konten lagi dan ambil foto disekitar tempat tersebut.

Setelah itu kami kembali ke tempat start. Perjalanan lebih mudah walaupun tetap saja menantang.

Tracking apakah termasuk aktivitas outbound ? jawabannya bisa ya dan bisa tidak. Bisa dikatakan bukan outbound apabila kegiatan itu ya sekedar jalan lalu sudah selesai begitu saja. Tetapi bisa dikatakan sebagai kegiatan outbound manakala ada yang “didapat” dalam kegiatan tersebut. Misalnya saja untuk mencapai sebuah “kemenangan” dengan melakukan perjuangan sebelumnya maka kemenangan tersebut akan sangat berkesan. Kemudian bisa menjadikan seseorang jadi lebih ingat kepada Tuhan-nya karena begitu indah dan besar alam raya ini. Kemudian lagi bisa jadi semakin mengerti rasa setia kawan. Karena selama melewati tantangan ada teman dan kawan yang membantu dan memberikan semangat. dan lai-lain.

Outbound pun sebetulnya tidak selalu dengan kegiatan yang berat dan menantang. Setiap aktivitas kita termasuk aktivitas harian manakala mampu kita rasakan dan kita maknai untuk membuat hidup kita menjadi lebih baik dan berkembang maka itu bisa dikatakan kita sedang melakukan “aktivitas outbound”

Ok. semoga artikel yang sedikit aga panjang ini bermanfaat. Semoga kita semua sehat selalu. Mari kita tetap melakukan protokol kesehtan. Memakai masker. Menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Salam outbound. Salam simpEL