Renungan pandemi

Renungan pandemi

Akhir – akhir ini saya rajin mendengarkan kemmbali lagu-lagu karya Mas Ebiet G Ade. Rasanya sangat reflektif sekali. Indah sekali rangkain katanya. Semua peristiwa bisa “dikatakan” dengan indah dan sangat menyejukkan. Tentang hidup dan kematian bisa digambarkan dengan sangat “santun”. Apalagi tentang doa dan bencana saja bisa disenandungkan dengan sangat “halus” Perasaan sedih sepertinya disampaikan dengan sangat “elegan”. Apalagi tentang cinta…..kalimat yang dirangkainya benar-benar membuat “melted” meleleh bagi yang mendengarnya.

Bahasa reflektif seharusnya paling banyak dituliskan dan diucapkan baik secara online maupun offline di hari – hari selama pandemi ini. Bukan malah ujaran kebencian dan hoax. Yang membuat diatara kita saling curiga bahkan saling mengakui kalau dirinya “paling benar” sedang pihak yang lain salah. Dna pasti salah.

Dipertengahn pandemi saya banyak menulis artikel lepas di status fb saya. Dan setelah saya kumpulkan sudah menjadi satu buku tersendiri. Tetapi belum saya terbitkan. Selain itu untuk pertama kalinya saya menerbitkan antologi puisi yang terkait dengan profesi saya yaitu bidang outbound ( Experiential Learning ). BuluIni lebih semacam mengajak teman-teman pengiiat outbound untuk melakukan refleksi. Banyak hal yang bisa kita renungkan. Sambil mengumpulkan “tenaga” agar kita semua bisa lebih sehat. Tetap kuat dan terus berkarya di masa-masa pandemi ini.

Berikut saya ambilkan salh satu puisi saya

Janganlah menangis

janganlah menangis

menangis membuatmu seperti tua renta

rapuh dan mudah tersungkur

selama ini kamu itu membuat iri saja

semua daun dan semua gunung

merasa terkalahkan oleh mu

bahkan pelangi pun merasa kalah cantik

sepertinya bahagiamu paripurna

sekian bulan sekian tahun

duniamu rasanya nikmat tiada tara

mengapa engkau menangis hari ini

hanya karena virus yang seukuran lebih kecil dari biji sawi

Semoga sepotong puisi di atas bisa menjadi bahan renungan untuk teman-teman provider dan fasilitator outbound. Semoga kita selalu sehat dan tetap bersama-sama melewati pandemi ini. Mematuhi protokol kesehatan. Memakia masker. Menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Salam outboud. salam simpEL