Raja KO yg di KO

Raja KO yg di KO

kemaren, tanggal 20 Februari 2012 pada pertadingan one pride MMAdi salah satu stasiun TV Swasta terjadi hal yang menarik. A Hong yang dikenal dengan raja KO pada debut comeback-nya malah kalah KO oleh lawannya. Apa menariknya ? sepertinya agak paradox. Petarung yang biasanya sangat ditakuti karena sering meng KO lawannya malah di pertarungan tersebut malah kalah dengan KO.

Tentu saja saya akan membahasnya dari sisi outbound. Tentang belajar dari pengalaman. Mungkin A Hong setelah mengalami kekalahan pertamanya dan harus melepas sabuk juaranya beberapa waktu sebelumnya pasti ada tekad untuk kembali tampil dengan performa terbaiknya. Tetapi kekalahan pertama dalam beberapa tulisan yang pernah saya baca selalu memunculkan “luka psikologis” yang dalam.

Luka tersebut sangat berpengaruh sekali bagi seorang “petarung” atau atlet. Bahkan bagi seseorang. Karena luka tersebut biasanya sulit untuk disembuhkan. Banyak atlet yang gagal menyembuhkannya lalu akhirnya selalu tidak bisa tampil seperti sebelum-sebelumnya. Mungkin itu yang terjadi pada A Hong.

Di dalam pendekatan outbound dikenal ada fase reflektif. Pada fase ini seseorang selain melakukan secara sendiri tentang apa yang telah dirasakan dan apa yang telah terjadi juga berusaha untuk mendapatan suatu “pembelajaran”. Dimana hasil dari pembelajaran tersebut lalu dibuat sebuah rencana yang “rapi” lalu dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga akan terasa perubahannya. Selain itu juga melakukan refleksi dengan orang lain. kenapa ? karena sudut pandang seseorang ada keterbatasannya. Seerti kata peribahasa bahwa seseorang tidak bisa melihat punggungnya sendiri secara langsung.

Kehadiran seseorang ini penting sekali dalam melakukan refleksi yang sifatnya kelompok. Seperti diketahui bahwa seorang petarung itu tidak sendirrian. Ada coach, ada asisten dan anggota team yang lainnya. Bahkan bila perlu juga mendengarkan masukan dari “lawan” nya. Hal ini tidak mudah dan tidak semua orang bisa melakukannya. Untuk itulah dalam setiap moment refleksi perlu dilandasi dengan pikiran terbuka dan jernih. Seperti sedang menggosongkan sebuah “gelas”.

Dalam setiap kehidupan pun sebetulnya juga seperti layaknya sebuah pertarungan di sebuah octagon. Kadang kalah kadang menang. Yang menang seringkali disebabkan karena telah mempersiapkan dengan matang baik lahir maupun batinnya. Selain pastinya juga dengan dibekali dengan semangat , strategi yang tepat. Memenangkan kehidupan bukanlah yang selalu hasil akhirnya dengan melimpahnya harta benda. Tetapi lebih pada rasa bahagia yang dirasakannya serta bisa memberikan manfaat untuk orang banyak.

Semoga artikel pendek ini bermanfaat. Semoga kita semua tetap sehat dan terus bisa berkarya. Mari kita tetap terapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air yang mengalir.

Salam outbound. Salam simpEL. Karena outbound itu memang simpEL.