Cerita dan belajar dari pengalaman

Cerita dan belajar dari pengalaman

Banyak cerita dalam sejarah yang menarik dan bisa dijadikan pengalaman serta bisa diambil pelajarannya. Dalam dunia outbound cerita pengalaman yang paling “autentik” memang cerita tentang pengalaman kita sendiri. Tetapi tidak berarti cerita dari orang lain bahkan cerita tentang sejarah masa lalu orang lain dan diri kita sendiripun juga bisa kita ambil pelajaran.

Dunia outbound atau Experiential Learning ( EL ) adalah dunia yang tidak mengenal kata “salah” apalagi menyalahkan. Tetapi dunia yang selalu bersemangat dalam mengambil “sesuatu yang berharga” termasuk dari perbuatan atau sebuah peristiwa yang salah/ Untuk apa ? untuk bisa men-evaluasi-nya dan tidak mengulangi kesalahan di hari kemudian.

Prinsip dasar itu sepertinya banyak dilupakan dan kalah “seksi” dengan tema-tema tentang ujian sertivikasi. Kenapa ya ? karena mungkin dianggap sebagai sesuatu yang normatif. Bisa jadi. Tetapi bukankah sebuah teori atau paham selalu ada pendekatan etis-nya ? ya pasti ada dasar logig-nya.

Ada salah satu cerita dari seorang presiden Yugoslavia , Josip BrozTito. Beliau suatu hari mengirim surat kepada Stalin dimana isi suratnya mengatakan ” Saya ucapkan terima kasih kepada Anda yang telah mengirimkan 3 orang yang ditugaskan untuk membunuh saya. Sayangnya ketiga pembunuh “utusan” Anda itu gagal. Saya mohon untuk jangan mengirimkannya lagi. Jangan sampai saya mengirimkan satu orang “utusan” saya. karena setiap kali utusan saya melaksanakan tugasnya tidak pernah gagal. Salam hormat dari saya. Presiden Yugoslavia,”

Sebuah cerita yang menarik. ada “drama-nya, ada juga sentuhan humornya. Apa yang bisa ambil pelajaran dari cerita di atas ? temen-teman bebas mengambil dari sudut manapun. Itulah pendekatan hebat dari outbound atau Experiential Learning ( EL ). mau dari hal lucunya boleh. Mau dari hal bisa mengendalikan emosinya silakan. Intinya kita bisa mendapatka “sesuatu” dari cerita pendek itu.

Outbound dibangun dengan kesadaran untuk memberikan “kebebasan” berfikir seseorang tentang sudut pandangnya sendiri. Disisi lain juga diminta untuk menghormati pendapat orang lain. Kesimpulannya ? kalau itu merupakan kebaikan dan bisa membuat seseorang menjadi lebih baik itu sudah lebih dari cukup. Menarik kan : )

Semoga artikel pendek ini bermanfaat. Mari kita tetap terus saling mengingatkan kebaikan. Terus menjaga kesehatan. Menerepkan protokol kesehatan.. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air yang mengalir.

salam outbound. Salam simpEL