Dua-duanya berfungsi dengan baik

Dua-duanya berfungsi dengan baik

Secara normal manusia diberikan dua buah tangan dan dua buah kaki. Tetapi sering kali ada satu tangan atau kaki yang lebih banyak dominan. Sebagian ada orang yang dominan menggunakan tangan kanannya atau kaki kanannya. Tetapi ada juga yang dominan menggunakan tangan kirinya atau kaki kirinya.

Hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan yang dua-duanya sama baiknya. Ada istilah untuk orang yang bisa menggunakan kedua tangan atau kakinya dengan sama baiknya yaitu Ambidextrous. Orang yang memiliki kemampuan seperti ini pastilah tidak banyak. Dan orang ini pasti dianggap mempunyai kelebihan yang langka. Orang yang ini konon mempunyai sensitivitas yang sangat tinggi.

Salah satu manusia yang “dianugrahi” kemampuan seperti ini adalah Leonardo Da Vinci. Salah seorang seniman terhebat di dunia pada abad ke -15. Mungkin banyak teman-teman yang mengenal salah satu karya terbesarnya yaitu lukisan Monalisa. Leonardo dikenal mampu menggunakan tangan kanan dan tangan kirinya dengan sama baiknya. bahkan ada yang mengatakan bisa menngunakan secara bersamaan dengan sama baiknya.

Profesi sebagai seorang seniman memang erat sekali dengan masalah “sensitivitas” tersebut. Tentunya yang positif. Tetapi sebetulnya setiap profesi harus memiliki satu sensitivitas tertentu. Seorang petarung UFC atau MMA pasti juga memiliki kepekaan dalam mengenali pukulan atau tendangan lawan. Seorang striker sepak bola pasti juga mempunyai kepekaan di dalam menempatkan dirinya agar bisa mencetak gol. dan masih banyak lagi kepekaan yang lain dengan profesi lain.

Seorang yang bergerak di bidang outbound atau Experiential Learning pastinya juga “mempunyai kepekaan ” tertentu. Tergantung spesialisasi yang dia ambil. Seorang master game seringkali diberikan “anugrah” untuk bisa cepat membaca kemauan audience atau peserta outbound. Oh saya harus ngomong ini dulu. Saya awali dengan ice breaking yang ini dulu lalu baru yang itu.

Seorang fasilitator outbound yang baik pastinya juga mempunyai kepekaan-kepekaan tertentu. Misalnya untuk masuk didalam sesi debrief sebaiknya dimulai dari peserta A dulu yang diminta untuk mengemukakan pendapatnya. Oh kalau sebuah kelompok sedang mengalami situasi tertentu maka sebaiknya melakukan “intervensi” ini agar semangat kelompok tersebut bisa tumbuh kembali. Kalau ada peserta yang memiliki rasa takut yang berlebihan maka pendekatannya harus seperti ini dulu.

Bagaimana dengan menghadapi sitauasi yang ekstrem ? kalau hal itu tidak dilatih dan dilatih terus menerus maka seseorang mungkin akan butuh waktu menyesuaikannya dalam waktu lama. Mungkin juga tidak bisa menyesuaikan diri dengan kondisi perubahan tersebut. Seorang anggota pasukan elit setiap hari berlatih dan berlatih. Dengan melakukan simulasi yang selalu diperbaharuhi. Sehingga setiap waktu dia bisa cepat menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang terjadi.

Bagaimana dengan seorang fasilitator outbound ? menghadapi perubahan yang “baru pertama kali” seperti pandemi ini. Sebetulnya secara tidak langsung teman-teman fasilitator outbound sudah “beraltih” sering sekali. Menghadapi karakter peserta yang bermacam-macam. Mengahadapi lokasi outbound yang berganti-ganti. Harusnya akan mampu mengahadapi pandemi ini dengan lebih baik. Memang kondisi saat ini memang agak “spesial” sehingga dituntut sikap dan tindakan yang spesial juga. Awalnya mungkin berat tetapi insya allah lama-lama akan bisa menemukan hal baru yang bisa diselesaikan dengan baik.

Paling tidak kalau selama ini ada satu kata yang sering diucapkan di depan peserta oleh teman-teman fasilitator outbound yaitu luar biasa itu bisa menjadi semangat untuk saatnya mengatakan kepada diri kita masing – masing bahwa kita adalah luar biasa,. Luar biasa sikapnya dalam menghadapi pandemi ini. Luar biasa perilakunya dan tentunya luar biasa respon positifnya dalam mensikapi keadaan saat ini.

Semoga artikel ini bermanfaat. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan semangat untuk terus berkarya. Mari kita terapkan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air yang mengalir.

Salam outbound. Salam simpEL