Viking vs Midway

Viking vs Midway

Judul artikel di atas mungkin temen – temen ada yang merasa aneh. Sepertinya nggak nyambung. Jauh sekali hubungannya antara Bangasa Viking dengan nama sebuah daerah di pasifik yang waktu perang dunia ke 2 menjadi sangat “viral”

Ya betul. Memang kalau dikaitkan dengan hal tersebut hubungannya sangat jauh dan mungkin tidak ada hubungannya. Judul tersebut sebetulnya saya ingin bahas terkait dengan masalah pentingnya informasi yang utuh sebelum mengambil tindakan.

Ada sedikit terkait dengan ilmu “outbound” yaitu belajardari pengalaman . Untuk peristiwa rencana penyerangan armada Jepang ke kepulauan Midway yang terjadi setahun setelah Jepang menyerang habis Pearl Harbor. Kegagalan intelijen Amerika saat terjadinya serangan Pearl Harbour yaitu seakan meremehkan tim pemecah kode, Namun dari “pelajaran gagalnya tersebut, pasukan intel Amerika belajar dengan lebih meningkatkan kemampuan para pemecah kode tersebut dibawah nama Station Hypo. Pada bulan Maret 1942 tim telah berhasil memecahkan kode Jepang. Dalam waktu singkat para analis mengetahui bahwa orang Jepang merencanakan invasi besar pada awal Juni dari lokasi yang disebut hanya sebagai “AF”.

Hasilnya Amerika bisa “menghalau” armada Jepang dan itu yang akhirnya merupakan tiik balik kemenangan Sekutu pada Perang Dunia ke 2. Tentunya selain ada kepemimpinan yang hebat dari komandan Armada Pasifik Admiral Chester Nimitz dan Admiral Raymond Spruance ada juga faktor “belajar dari pengalaman” kurang mementingkan informasi dari Intelejen. Sehingga pengalaman buruk kekalahan tersebut tidak terulang lagi.

Bagaimana hubungannya dengan Viking ? di salah satu episode film ini yang di putar oleh salah satu chanel di jaringan TV kabel. Bagaimana awal ceritanya ketika bangsa Viking bisa menguasai sebuah wilayah York di daratan Inggris. Benteng dari wilayah tersebut ada satu sisi yang hancur akibat pertempuran. Bangsa Viking yang mempertahankan benteng tersebut “seakan” membiarkan benteng tersebut tetap terbuka. Pasukan intel memberikan informasi kepada Raja tentang hal tersebut. lalu raja merasa itu adalah sebuah kesempatan untuk menyerang balik dan menguasi kembali benteng tersebut.

Informasi yang “kurang lengkap” tersebut dan buru-buru mengambil tindakan penyerangan dan tidak belajar dari pengalaman “kekalahan ” sebelumnya yang mengakibatkan penyerangan benteng tersebut gagal total. Karena pasukan viking sudah sengaja membuat semacam jebakan. Kegagalan sering kali terjadi dari sebuah tindakan yang dilakukan dengan terburu-buru.

Saat ini di jaman yang sudah “canggih ” teknologi maka informasi seakan mudah sekali di dapatkan. Informasi yang “rahasia” pun seakan mudah untuk di dapatkan. Seiring dengan hal tersebut berita bohing atau “hoax” pun juga semakin banyak. Bahkan itu ada yang memanfaatkan sebagai “peluang bisnis”. Tentunya hal tersebut kita perlu lebih hati-hati ketika mendapatkan informasi. Mungkin ada baiknya melakukan 3 filter informasi dari Socrates. yaitu apakah berita iu benar ? apakah ada nilai kebaikannya ? apakah ada manfaatanya ? jadi kita perlu lebih bijaksana ketika menerima informasi.

Kembali ke Viking dan Midway tadi. Intinya saya ingin mengatakan bahwa dalam dunia outbound selalu diajarkan tentang pentingnya mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan seseorang. Mendengar dengan baik itu semoga modal awal kita untuk bisa mengambil kesimpulan dan mengambil keputusan dari apa yang telah kita dengar tersebut. Ketika hal yang kita dengar itu memang benar, dari sumber yang benar dan dikatakan dengan benar maka hal tersebut insya allah akan mendorong kita untuk berbuat sesuatu yang benar dan bermanfaat.

Ajakan ini sederhana. Tetapi di era yang serba cepat saat ini kita sepertinya juga harus meningkatkan “kesabaran” kita. Sabar artinya dalam hal ini tidak buru-buru apabila mendepatkan dan merespon sebuah informasi,

Semoga artikel pendek ini bermanfaat. Mari kita selalu jaga kesehatan kita semoga kita terus bisa berkarya. Lakukan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air yang mengalir.

Salam outbound. salam simpEL.