2 teori klasik tentang permainan ( bagian ke 2 )

2 teori klasik tentang permainan ( bagian ke 2 )

Kenapa manusia butuh bermain ? sudah ada 2 teori klasik yang menjelaskannya di tulisan bagian pertama. Yaitu karena surplus energi dan dalam rangka untuk rekreasi. Bagaimana dengan teori tentang game selanjutny a?

Teori yang ke 3 adalah Antisipacy Theory. Teori ini dikemukakan oleh Karl Gross. Teori ini mengatakan bahwa manusia butuh bermain dalam rangka “mengasah” skill tertentu secara menyenangkan untuk “bekal” di masa depan. Jadi apa yang dilakukan dalam bermain itu pada dasarnya mengandung ketrampilan-ketrampilan yang dipelajari agar bisa bermanfaat dalam kehidupannya di masa depan. Misalnya dalam bermain bisa belajar tentang ketelitian. Belajar tentang mengatur sesuatu dan sebagainya.

Dalam kegiatan outbound sering dalam sesi debriefing hal ini disinggung tetapi lebih mengarah manfaatnya untuk pekerjaan. Tetapi seringgkali yang disinggung tentang attitude atau sikap yang positif. Jarang sekali yang menyoroti tentang skill. Ketrampilan dalam pekerjaan adalah sifatnya kan menjadi “mahir” asalkan diulang-ulang. Dengan bermain maka ketrampilan tersebut dipelajari dengan lebih menarik dan menyenangkan. Permainan sifatnya menyenangkan sehingga dalam teori ini secara tidak langsung ingin mengatakan bahwa “belajar dengan bermain” adalah satu cara yang tepat.

Teori selanjutnya yang merupakan teori klasik terakhir adalah Recapitulation theory. Teori ini dikemukakan oleh Stenley Hall. Teori ini mengatakan bahwa permainan yang dilakukan hari ini sebetulnya merupakan warisan dari nenek moyang . Jadi bermain itu seakan -akan untuk menghidupkan kembali hal-hal yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita. Misalnya nenek oyang kita dulu suka berlari dalam mengejar binatang buruannya. Maka dibuatlah permainan berlari. Lalu berkembang dengan membuat jenis – jenis permainan lari. Seperti sprint, maraton, estafet, halang rintang dan lain-lain. Dibuat permainan misalnya ada orang yang menjadi binatang buruannya dan ada yang berpoeran menjadi pemburunya.

Dulu nenek moyang kita suka memanjat pohon misalnya. Lalu dibuatlah permainan memanjat pohon dengan memberikan hadiah bagi yang bisa sampai puncak pohon duluan ( permainan panjat pinang , misalnya )

Dari ke 4 teori klasik yang telah saya bahas di atas hampir semuanya menjawab mengapa manusia butuh bermain. Bisa dibayangkan kalau manusia terlalu serius menjalni hidup ini. Pasti akan muncul banyak masalah. Dan itu nanti akan dibahas lebih seru dalam teori modern tentang permainan.

“Saya pikir hidup adalah permainan besar yang kita mainkan.” demikian kata Eric Cantona . Permainan besar tentunya disitu banyak aturan mainnya. Waktunya panjang dan persaingannya juga ketat, walaupun demikian kita harus ikut bermain dan menikmati permainan. Jangan hanya menjadi penonton saja. Yang hanya duduk dan berteriak di luar lapangan.

Dalam kegiatan outbound, permainan mempunyai peran penting. Mulai dari jenisnya, cara memainkannya hingga bagaimana kita bisa “menemukan sesuatu” dalam permainan tersebut.

”Seungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan sendau gurau. Dan jika kamu bermain serta bertaqwa, (maka) Allah akan memberikan pahala kepadamu, dan dia tidak meminta-minta hartamu’ (QS Muhammad, ayat 36).

Semoga artikel pendek ini bermanfaat. Silakan bagi teman-teman yang ingin membagikan artikel pendek ini. Semoga banyak orang yang bisa mendapatkan manfaat dan inspirasi dari artikel ini.

Salam outbound. Salam simpEL