4 Teori Klasik tentang permanian ( bagian 1 )

4 Teori Klasik tentang permanian ( bagian 1 )

Dalam dunia outboound sepertinya identik dengan permainan atau game. Ibarat kalau outbound tidak ada permainannya itu seperti musik dangdut tanpa kendang : ) Begitu kentalnya pemahaman tersebut maka sering terjadi klien selalu menanyakan “game nya apa saja ? ” setiap kali presentasi. Tetapi memang tidak semua klien yang bertanya tentang hal tersebut. Klien yang sudah “teredukasi” biasanya setelah memberikan tujuan lalu meminta program. Ibarat kata saya mau ke sana kamu punya “alat” apa yang efektif untuk menuju ke sana.

Di saat pandemi sekarang ini teman-teman outbound ternyata tetap bisa berkarya . walaupun dengan cara virtual. Permainan atau game virtual pun mulai banyak diciptakan dan dimanikan. Seru ? Pasti. tapi jangan dibandingkan apabila dimainkan secara offline ya.

Bicara tentang game ternyata ada beberapa ahli yang meneliti tentang hal tersebut. Mereka melakukan penelitian berangkat dari sebuah pertanyaan yaitu ” kenapa manusia butuh bermain ?” pertanyaan tersebut lalu memunculkan berbagai teori. Ada dua teori besar yaitu teori klasik dan teori modern. Pembagian ini lebih karena “jaman” dimana teori tersebut muncul. Untulk artikel bagian pertama ini saya coba bahas mulai dari teori klasik dulu. Itupun saya bagi dalam dua bagian. Mari kita mulai.

Teori klasik pertama dikemukaakn oleh H. Spencer. Teori ini dikenal dengan nama teori Surplus energi. Jadi menurut teori ini manusia bermain itu karena ada kelebihan energi di dalam didirinya sehingga energi itu harus dikeluarkan. Salah satu untuk mengeluarkan energi tersebut yaitu dengan bermain. Sesuatu yang berlebihan konon katanya tidak bagus. Termasuk kalau kelebihan energi. Untuk mengurangi kelebihan energi itu maka manusai melakukannya dengan bermain. Dengan energi yag tersalurkan tersebut diharapkan manusia lebih “sehat”.

Pesan yang bisa kita ambil dari teori ini adalah mengajak manusia untuk bermain. Tentunya yang dimaksud dalam teori ini bermain secara “offline”. Bergerak. Berjalan. Berlari dan tempatnya pun di luar ruangan atau lebih tepatnya lagi di alam. Saat ini pandemi sedang berlangsung mungkin banyak diantara kita yang merasa “kelebihan energi” dan banyak beraktifitas di dalam ruangan. Mari kita “seimbangkan” energi kita dengan bermain ke luar sesekali. Apakah itu jalan kaki, berlari atau yang sedang ngetren sekarang bersepeda atau gowes. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ya .

Teori ke dua dinamakan Recreative Theory yang dikemukakan oleh Lazarus. Teori ini menjawab pertanyaan kenapa manusia bermain ? karena manusia butuh rilex. Butuh rekreasi. Didalam kegiatan outbound yang paling awal sama yaitu model recreasional dimana yang ditekankan pada change feeling. Jadi dengan melakukan bermain maka diharapkan mood kita lebih santai. Otot yang tegang dikendorkan dan badan diharapkan akan menjadi lebih nyaman.

Seperti dikatakan oleh Demokretos bahwa manusia itu terdiri dari dua hal yaitu atom dan kekosongan. Atom itu ibarat kita berekerja dan beraktifitas sedangkan kekosongan itu maksudnya adalah melakukan rekreasi. Dan salah satu caranya dengan bermain.

Dalam kegiata outbound peserta seringkali penasaran dengan permainan atau game yang akan dibawakan oleh seorang fasilitator. Dan biasanya game tersebut ketika dimainkan membuat peserta menjadi lebih aktif bergerak, saling berinteraksi dan tidak lupa bergembira serta tertawa. Aktivitas pekerjaan di kantor yang begitu sibuk dan ketat untuk sementara dilupakan dulu dan masuk ke dalam suasana yang rilex serta menyenangkan. Harapan dengan melakukan hal tersebut adalah terjadi change feeling ke arah positif. Akaibat selanjutnya pikiran dan perasaannya jadi segar kembali dan siap melakukan aktivitas kembali yang lebih baik.

Ok sekarang kita masuk teori yang ke 3. Oh tapi saya akan lanjutkan artikel ini di sesi berikutnya ya. Dijamin lebih seru lagi. Semoga artikel pendek ini bermanfaat. bagi teman-teman yang ada kelonggaran waktu silakan apabila ingin men-share atau membagikan artikel ini kepada teman-temannya. Semoga semakin banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari artikel ini.

Terima kasih.

Salam outbound. Salam simpEL