3 filter sebelum menyebarkan berita

3 filter sebelum menyebarkan berita

Kalau kamu bukan ahlinya cukup katakan tidak tahu.

Dalam suasana sekarang ini banyak berita ttg covid-19. Berita tersebut semakin “over load” ketika beberapa orang yg share berita tsb. Tanpa dia tahu maksudnya dan tahu apakah sumbernya valid atau tidak.

Menarik belajar dari Apa yang dikatakan Jurgen Klopp ketika ditanya seorang wartawan tentang covid-19. Apa jawabannya …

“…..
Saya tidak memahami hal itu (Corona). Saya benar-benar tidak paham hal tersebut,” ujar Klopp.

Saya tidak memahami hal tersebut. Politik, virus Corona, kenapa (ditanyakan ke) saya? Saya hanya orang yang mengenakan topi bisbol dengan bewok yang tak teratur,” tutur dia berkelakar.

Begitulah sebaiknya sikap kita. Jangan jadi “ahli yg tiba-tiba”. Apakah anda ahli tentang virus ? Apakah anda ahli kebijakan masyarakat ? Apakah anda ahli komunikasi masa ? Apakah anda ahli tentang Experiential Learning ? Apakah Anda ekonomi micro ? Kalau tidak. Cukup bantu dgn berikan khabar baik, khabar yg membuat kita sama sama kuat dan semangat menghadapi wabah ini.

Sebelum share informasi ada baiknya kita pakai 3 filternya socrates

  1. Apakah yakin informasi itu benar ? ( sumber informasi nya valid dan bisa dipercaya, cross chek dulu sebaiknya ) klau iya
  2. Apakah informasi itu baik ? Mengandung kebaikan. Tidak bikin gaduh di masyarakat. Klau informasi itu baik lanjut kan ke pertanyaan berikutnya
  3. Apakah informasi itu berguna atau bermanfaat ? Baik untuk saat ini atau hari hari mendatang.

Bila 3 hal tersebut jawabannya ya. Silakan di share. Semoga hari hari kedepan kita lebih baik dlm mengelola sebuah informasi

“Be silent, or say something better than silence.” — Pythagoras

( Diamlah, atau katakan sesuatu yang lebih baik daripada diam )

Semoga bermanfaat. Terima kasih. Hatur nuhun.

Salam outbound. Salam simpEL