Jangan buat rumit alasanmu untuk tersenyum

Jangan buat rumit alasanmu untuk tersenyum

Pagi ini setelah olahraga saya bertemu petugas parkir di lapangan Pakansari – Cibinong tersenyum. Rasanya pagi ini begitu berkah. Diperempatan lampu merah ada sebuah keluarga ngamen. Si bapak memainkan ukulele usang. Si ibu menyanyi sebisanya sambil mengendong putra kecil yg tertidur pulas…mereka tersenyum ketika saya berikan uang di gelas plastik yg dibawanya.

Mampir ke tukang gorengan yg rajin baca koran tiap pagi. Saya di kasih bonus gorengan sambil tersenyum… Eh tukang koran yg sedang antar koran pun juga tersenyum sambil memberikan kembalian yang koran sambil tersenyum juga : )

Di perempatan jalan seorang pak ogah dengan baju berbahan flanel tapi sudah terlihat kusam. Tersenyum ketika saya melintas di sampingnya. Di samping sekolah SD seorang pedagang cireng bercanda dgn pedagang cilok. Tertawa dan gembira walaupun saat itu belum ada pembeli yg datang. Begitu mudah mereka tersenyum pagi ini. Walaupun Kita tidak tahu apa yg membuat nya tersenyum tetapi hal itu sudah cukup untuk mengatakan bahwa hari ini adalah sebuah berkah.

Terkadang alasan yg kira cari untuk tersenyum itu terlalu “rumit”. Ingin bisnis yg untung nya harus sekian banyak…baru tersenyum. Memiliki usaha yg mulai menggurita ..baru tersenyum. Memiliki kendaraan terbaru yg mengkilap dan wangi baru tersenyum. Bisa makan di tempat yg wah…. baru tersenyum.Tersenyum itu juga sesuatu yg harus dibiasakan.

Kalau kamu tidak biasa melakukannya maka ketika kamu bagun pagi dgn badan sehat saja kamu tidak bisa tersenyum. Ketika makan pagi dgn sederhana tetapi bisa merasakan nikmat yg luar biasa… Kamu punya juga tidak tersenyum. Mungkin beban mu bisa menjadi lebih rumit dan “ruwet” , salah satu penyebabnya karena alasan untuk bisa membuatmu tersenyum juga terlalu rumit.

Mulailah tersenyum untuk hal-hal yg sederhana….lalu rasakan “keseruannya”

Semoga bermanfaat.

Salam outbound. salam SimpEL