Meningkatkan SDM yang “sebenarnya”

Meningkatkan SDM yang “sebenarnya”

Sebuah ide sederhana kalau itu dilakukan maka itu bisa jadi akan menjadi “sejarah” yang tak terlupakan.

Kemaren hampir 5 hari melakukan perjalanan ke Tanah Minang. Sumatra barat. Tepatnya di Nagari Salareh aia. Kecamatan Palembayan. Kabupaten Agam. Mendapat undangan dari Wali Nagari untuk memberikan training dengan tema Penguatan Kapasitas Aparatur Negara.

Perjalanan dari Bandara International Minangkabau ( BIM ) menuju Nagari Salareh aia ditempuh kurang lebih 3 jam. Perjalanan malam hari yang seru. Alhamdulillah sebagia besar jalan yang kami lalui sudah bagus. Hanya sebagain saja yang aspalnya sudah sedikit berlubang.

Training ini merupakan sebuah trobosan baru. Training yang dilakukan di salah satu tempat di Kabupaten Tanah datar. Perjalanan yang cukup lama. Tempat yang di tuju ternyata menarik. Merupakan salah satu tempat tujuan wisata. Uadaranya dingan dan pemandangan alam disekitarnya cantik luar biasa.

Kata training sepertinya serius. Kata Peningkatan Kapasitas sepertinya formal dan basa – basi. Mungkin kalah keren dengan kata Capacity Building. Peserta pun di awal juga merasa akan mengikuti kegiatan yang membosankan. Duduk manis. Mendengarkan. Menanti snack dan jam makan.

Tetapi apa yang terjadi. Alhamdulillah materi malam yang saya bawakan ( malam itu ) membuat peserta merasa nyaman. Senyum dan tertawa seakan tidak pernah berhenti. Sesekali materi tentang esensi peningatana kapasitas saya selingi dengan permainan yang melibatkan seluruh peserta. Peserta tidak menyangka bahwa ternyata belajar itu bisa dibuat menarik. Itulah target pertama saya. “membalikkan keadaan” saya biasa menyebutnya. Membuat seseorang menjadi berfikir ulang bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan . Setelah itu maka semuanya akan semakin mudah dilakukan. Peserta di kemudian hari ketika diminta untuk mengikuti sebuah training akan bersemangat.

Begitu juga dimateri pagi harinya. Berbagai simulasi yang sederhana saya sampaikan. Semua peserta terlibat dengan sangat antusias. Orang yang biasanya diam seribu bahasa mulai bisa tersenyum dan mau diajak bicara dengan nyaman. Orang yang biasanya hanya mendengarkan dan mengamati jadi berkomentar dan menyatakan pendapatnya. Orang yang biasanya berbicara “sembarangan” jadi lebih menjaga dan memilih kata-katanya.

Setelah selesai training pun para peserta masih melanjutkan “diskusi” dengan versi mereka. Mereka tertawa bersama hingga tidak terasa waktu menjelang pagi. Semangat itu begitu terasa. Tetapi apakah itu adalah capaian terakhirnya ? oh tentu saja tidak. Saya bersama Wali Nagari membuat program lanjutan yang segera bisa dieksekusi. Program yang dimulai dari para peserta. Mudah dilaksanakan dan manfaatnya bisa segera dirasakan.

Berjalan di “pedalaman” negeri ini. Menyapa penduduk. Berbagi cerita di teras rumah sambil memandangi tanaman jagung dan padi. Mendengarkan mimpi-mimpi terbaiknya sambil menikmati makanan tradisional adalah sebuah pengalaman yang penuh berkah. Negeri ini masih banyak yang perlu di tingkatkan. terutama SDM nya. Apa yang bisa kita lakukan mari kita lakukan dengan semangat terbaik. Mungkin yang kita lakukan tidak tercatat dalam buku besar sejarah negeri ini. Tetapi yakinlah niat baik dan upaya terbaik akan dicatat oleh Tuhan sebagai bagian dari ibadah kita .

Training yang sesungguhnya adalah dalam rangka membuka jiwa agar bisa tumbuh dan berkembang dan siap melakukan perubahan untuk menyongsong masa depan.

Bila ada waktu mampir dan bertemu dengan teman-teman kita di daerah. Bila teman-teman ke Sumatra barat. Mampirlah ke Nagari Salareh aia.

Semoga artikel pendek ini bermanfaat.

Salam outbound. Salam simpEL